Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, March 1, 2011

Mama...


Mama...
Dalam hati pernah bercerita.
Berkata tentang kita.
Tentang susah senang hidup kita.
Tentang pahit getir perjalanan kita.

Mama...
Jika dahulu aku buntu.
Jika dahulu aku runsing.
Dan jika dahulu aku buta.
Doa mu masih tak jemu menyusurku.

Mama...
Biar merpati beralih arah.
Mendung timbul di celahan kaca.
Hujan turun di kutub utara.
Kau insan terindah figura dunia.

Warna memori.
Adakala terluka dan terhiris.
Tiada ku kecil dan tiada ku besar.
Dan bila sang hitam menjelma.
Wajah mu sering bermain di kotak mindaku.
Hingga terbawa di buai lena maya.

Mama...
Katakan lah apa saja.
Lautan merah aku renangi.
Gunung tertinggi aku daki.
Si pelangi aku cari.
Setia ku tak kan pudar.
Walau datang ribut melanda.

Mama...
Jangan kau pergi dulu.
Aku tak sanggup tangisi semua itu.
Tidak ku sanggup melihat dirimu berduka lagi.
Akan ku kenang peristiwa semalam.
Mencintai mu adalah perkara teristimewa.
Buatku mama...

Puisi Untuk Mama..


Sembilan bulan lamanya
Berada dalam rahim mama
Janin muda perut mama
Pengorbanan tiada sia-sia
Akhirnya aku lahir juga

Dunia baru berseru
Pada diriku
Waktu dulu
Pada pangkuanmu

Jasa sejagat
Bercucuran keringat
Masih tetap semangat
Seiring kasih hangat
Dalam dekapan hanyat

Mama
Waktu terus berputaran
Pada kenyatan dunia
Dari balik tubuh polos
Doa dari mama
Agar Ananda bahagia

Mama
Telah dua tahun berlalu
Tetap saja kau setia
Terkadang ananda lupa
Masih terus mama berdoa
Ku harap tak akan durhaka
kepada mama yang banyak berjasa
Celakalah ananda
Neraka akan menyapa

Mama
Ananda yang hina
Berharap tetap berguna
Walau jua tak ada
Selalu berusaha
Semoga Mama bahagia
Dunia memang berbeza
Tak mesti bersama
Mama tetap di jiwa
Raga ananda,

Mama
Untaian bunga
Ukiran bianglala
Lautan samudera
Intan permata
Kecantikan dunia
Tidak seberapa
Mama tetaplah Mama
Terkenang sepanjang masa
Tak pernah ada akhirnya

Mama...
Wanita terhebat
Wanita terdekat
Ku kenal kau
Lewat nada merdu
Ku ucap kata mama
Kaulah pelitaku
Tak akan padam
Terkadang meredam
Tetap tak mendendam

Dari kedingingan malam
Ananda memberi salam
Salam dari gubuk terdalam
Demi kerinduan terpendam
dari anakmu, Damia..
sayang mama selamanya...

I LOVE U, MAMA....